I and Facebook

Label: ,

By : Ahmad Syamsu Rizal
   Facebook adalah jejaring sosial yang mungkin saja sangat aku sukai. Disanalah tempat berbagi perasaan maupun cerita-cerita ataupun status menarik yang kita alami. Facebook sangatlah dikenal setiap orang, hampir kebanyakan orang memakainya setiap hari termasuk aku, :-).
   Tapi hari ini aku memutuskan untuk meninggalkan akun facebookku yang sudah mempunyai teman sekitar 1850 lebih. Sungguh berat rasanya meninggalkan akun facebook kesayangan. Tapi inilah aku, aku kurang begitu menguasai perasaan. Setiap agak pusing dengan pelajaran kuliah maupun sedang bosan, larinya pasti membuka facebook.
   Aku tergolong orang yang suka update status waktu kesal dengan sesuatu. Tapi akibatnya, status yang dibuat agak nyleneh, status yang menurutku wajar tapi menurut orang lain tidak sama dengan pendapatku. Aku sering meganggap waktu update status selalu "Just Status". Artinya tidak nyata, cuma iseng-iseng aja. Sebenarnya aku sadar bahwa itu salah, tapi kelamahan seorang manusia menyepelekan perbuatan kecil.
   Tapi aku juga sadar bahwa memiliki akun facebook lumayan menyita waktu. Terutama saat loading, kalau tidak punya modem yang super cepat dapat dipastikan 70% waktu facebook kita habis untuk menunggu loading. Sering kali "Ah, lima menit aja facebookannya. Ntar langsung off lagi." Itulah yang sering aku jumpai dalam kehidupanku dan facebookku. Tapi nyata-nyata, kita akan online selama 2 jam tana kita sadari. Nge-chat teman yang sudah lama tidak pernah ketemu lah, ngomentari status alay yang tak masuk akal lah.
   Aku sudah berkali-kali melakukan kesalahan yang sama. Melakukan Bom Status facebook. Tiap kali online langsung 10 status meluncur deras. Aku sudah berkali-kali mencoba untuk tidak update status yang tidak penting, namun pada kenyataannya setelah satu minggu atau dua minggu setelah puasa facebook, maka dapat dikatakan aku langsung kembali lengket kepada facebook dengan mengupdate status.
   Aku dan facebook seperti grafik fungsi sinus maupun kosinus yang naik turun-naik turun. Setelah puasa facebook, 2 minggu kemudia buka facebook (meniru kata-kata buka puasa yang sebelumnya melakukan puasa).
   Tapi sebenarnya bukan menutup akun facebook lama, tetapi hanya menelantarkan akunku itu dan tidak akan melakukan aktivitas apapun dengan akun itu. Kalaupun ada permintaan pertemanan, pastinya tidak akan aku accept.
   Tetapi aku sebenarnya membuat akun satu lagi yang baru. Akun baru ini juga akan seperti akun lamaku. Kalau ada permintaan pertemanan tidak akan aku accept. Akun baruku ini tujuannya hanya satu, agar bisa membuka grup-grup komunitasku saja. Selain itu akan aku katakan tidak untuk yang lain.
   Aku teringat kata-kata temanku. "Orang laki-laki itu mempunyai tugas terhadap istrinya nanti setelah menikah." Bagaimana aku mau sukses jika aku tetap suka menghabiskan waktu untuk membuka akun facebook maupun mengomentari status para ahli galau sedunia.
   Alhamulillah, semoga aku tetap dalam perlindungan Allah dan aku ingin membangun Indonesiaku di masa mendatang dengan banyak menghargai waktu di masa mudaku.
   I say Good bye to facebook, aku harus bersungguh-sungguh kuliah dan ingatkan aku kawan jika aku tetap malas-malasan. Jika ada kata salah itu memang dari saya pribadi dan kalau ada yang benar dari saya, hal itu semata-mata milik pemberian Allah Yang Maha Agung.

*Bahasanya acak-acakan, tapi semoga bermanfaat...... --v

1 komentar:

  1. Lia mengatakan...:

    :D

Poskan Komentar