Semoga tidak terulang kembali


Hadeuh, capek deh. Pengalaman konyol hari sabtu kemarin waktu mau mengawasi Pengabdian masyarakat adik-adik SITH (Bioengineering, Biologi dan Mikrobiologi) 2011.
Mula-mula ceritanya mau berangkat dari kampung jatinangor ke kota bandung naik angkutan Damri ke kota Bandung pukul 06.30 dengan keadaan agak ngantuk juga. Apalagi lingkungannya juga mendukung agar tidur lagi, pada saat itu juga dalam keadaan mendung. Pas banget kalau tidur lagi.
Setelah menunggu sekitar 20 menit hingga Bus DAMRI agak penuh akhirnya bus berangkat juga. Di dalam bus, iseng-iseng buka diktat mata kuliah sensor dan instrumentasi yang isinya tentang pelajaran fisika khususnya bab tentang listrik. Curi-curi waktu belajar sih, soalnya hari rabunya juga UTS mata kuliah tersebut. Lumayanlah kalau perjalanan dari kampung jatinangor ke kota bandung yang membutuhkan waktu perjalanan kurang lebih 1,5 jam bisa dimanfaatin buat persiapan UTS.
Dan ternyata, setelah membaca kurang lebih 15 halaman dan kira-kira baru setengah perjalanan jatinangor-bandung kantuk melanda. Maklum, fisika adalah obat pembuat kantuk yang cukup mujarab disaat mendung begini dan dinginnya udara bandung. Mau tidak mau menutup buku dan mencoba menikmati tidur di dalam bus Damri.
Hal yang paling konyol ketika bangun-bangun, bus dalam keadaan kosong melompong. Gimana coba perasaannya ketika bangun-bangun Cuma tinggal sendirian. Untuk nggak di kuburan. Kursi lain tinggallah berisi udara pagi itu. Aku langsung bangun dan semoga busnya engga berjalan. Aku langsung berdiri dan menuju kursi supir DAMRI. Aku hanya bisa bilang, Pak maaf tadi ketiduran. Ku sodorkan uangku ke pak supir dengan mata yang masih berkedip-kedip mencoba untuk membuka selebar-lebarnya. Payah nih orang, hehe. Untung busnya lagi ngetem, kalau sudah jalan, pasti aku sudah kembali ke jatinangor lagi dan berjam-jam hanya dibuang untuk naik bus. Aku bertanya-tanya, kok ga ada yang ngebangunin ya? Huhuhu. Beruntungnya Allah masih membangunkanku. Kalau tidak ya kayak gitu deh.
Dan aku turun dari bus dalam keadaan mata masih mengantuk, belum kembali sepenuhnya nyawaku, hehe. Di luar, aku bertemu orang yang tadi duduk disampingku, betapa malunya aku. Tapi ya sudahlah, ini juga sudah takdir.

Pengabdiam masyarakat adik-adik SITH 2011



Langsung aja aku cabut ke yayasan Al Falah, disana ada SD, SMP, SMA, SMK (kalau engga salah). Disana sudah kumpul anak-anak SITH 2011. Ada yang bawa sekarung pasir untuk ngajarin cara vertikultur buat anak SMP dan SMA. Ada yang gabut juga, hehe. Trus di halaman sekolah ada sampah-sampah yang sengaja ditabur agar diambilin oleh anak-anak SD sebagai praktik memilah sampah. Saya sebagai apa ya disana, intinya Cuma disuruh ngawasin adik-adik 2011 yang di bagian vertikultur.  Terus disana juga ada banyak lomba yang dibuat pos-posan. Tapi yang aku tahu mah cuman lomba aplikasi vertikultur, lomba mengonsep vertikultur, lomba membuat lagu yang berisi untuk mengajak membuang sampah pada tempatnya. Dan ada juga lomba drama, dan yang ini nih pengen liat tapi ga kesampaian. Unyu-unyu banget deh ketika ngeliat anak SD, SMP dan SMA.
Pengalaman nano-nano-nano, rame rasanya. See u next post.

0 komentar:

Poskan Komentar